Mencintaimu itu mudah, bersamamu yang sulit. Tentang Pian Mauza, Karam ingat betul bagaimana pertemuan pertama mereka. Sejak pertama kali Pian menarik seulas senyum padanya, lalu berbagi sebuah pita. Hari itu, mahasiswa baru wajib menjalankan masa orientasi. Semua maba tanpa terkecuali harus membawa perlengkapan yang diumumkan pada hari sebelumnya. Namun Karam tak membawa apapun. Ia hanya memakai pakaian hitam putih dan datang ke acara dengan muka tebal. Ayahnya tidak pulang selama lebih dari dua bulan. Ia tidak punya uang untuk membeli perlengkapan semacam itu, bahkan hanya untuk sulas pita biru yang harus di ikat di lengan. "Pita biru-nya harus udah dipake sebelum masuk gedung." Seseorang menegurnya. Suaranya berat, namun ketika Karam menoleh ia merasa suara itu terlalu berat untuk wa

