"Hiduplah seorang putri yang cantik-" Sena mendengarkan alunan suara lembut Dion membacakan dongeng favoritnya. Bait demi bait Sena dengarkan seksama, tak ada yang terlewat. Menyimak sambil menatap Dion yang terlihat serius membaca dongeng. Tapi tunggu, Sena tidak ingin tidur sekarang. Entah kenapa Dion terlihat tampan. Tidak, tidak. Dion selalu tampan, bukan hari ini saja. Tapi aura Dion hari ini, membuatnya semakin semakin tampan. Membuat Sena jadi gagal fokus. Oke, sekarang Sena bingung harus fokus ke yang mana. Dongeng yang ia suka atau Dion. Argh, dua-duanya. Sena suka dua-duanya. Sena memiringkan badannya. Memutuskan melihat Dion saja, tidak fokus mendengarkan dongeng lagi. Saat dongeng hampir tamat Dion buru-buru menyelesaikannya. Ia bahkan tidak menceritakan akhir cinta d

