PART 152 - HARI YANG MENGEJUTKAN

1026 Words

Dion ga mau ikut Sena masuk?" Dion tersenyum tipis, mengusap kepala gadisnya, "Kan Sena mau belajar, masa Dion ikut." Sena menunduk, menatap sepatunya. Bibirnya melengkung cemberut, "Padahal Sena maunya Dion ikut." "Kalau aku ga masuk, kan gapapa." Sena hanya terdiam, menatap semut-semut kecil yang berjalan di lantai. "Sena …" "Emm," gumam gadis itu cemberut. "Liat Dion …" Liat Dion? Itu adalah kelemahan Sena. Sena lemah jika harus menatap netra cokelat karamel itu. Tapi, karena Sena masih ngambek. Ia memilih menunduk saja. Tidak ingin menatap netra yang membuat hatinya luluh lantak. "Ga mau," jawab Sena menggeleng lemah. "Sena mau Dion ikut masuk," ucap Sena kekeuh. "Kalau Dion masuk, nanti mengganggu konsentrasi Sena. Kan Sena sekolah buat belajar sama punya temen-temen ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD