Perasaan Greta.

713 Words

Hari ini sangat melelahkan bagi Arlan. Pikirannya kacau tapi harus tetap fokus karena sedang mengerjakan proyek penting. Dia tidak boleh mencampurkan urusan hati dengan pekerjaan. Bahkan dia harus lembur dan baru bisa pulang jam sembilan malam. Daritadi otaknya hanya dipenuhi oleh nama Greta. Benarkah gadis itu menangis tadi? Kalau memang iya, berarti Arlan salah sangka. Kenapa dia malah senang kalau faktanya memang Greta menangis. Dia bukannya senang Greta sakit hati. Tapi dia senang karena perasaannya tersambut dan tidak bertepuk sebelah tangan. Lagi dan lagi, dia masih akan bersikap egois dan melupakan status Greta sebagai keponakannya. "Greta mana, Mam?" tanya Arlan saat melihat hanya mamanya yang duduk di ruang tengah. Biasanya anak itu senang sekali bergelondatan pada omanya. Oma k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD