Lia menghela napas, Zidan tak bisa dinasihati karena dia sangat membenci penipu itu. "Aku harus memberinya pelajaran, mungkin keluarganya juga akan kena imbas, hingga ke akar-akarnya," seringai Zidan. "Zidan, bukankah ini terlalu berlebihan? Bukan pelajaran lagi atau efek jera, tetapi kau akan menghancurkan keluarganya. Pikirkan istri dan anak-anaknya yang tidak tahu persoalan itu," tegurnya kembali, merasa Zidan sudah melewati batas. "Kenapa kamu membelanya? Dan dari mana kau tahu jika dia punya istri dan anak?" tanya Zidan. "Siapa tahu ada," jawab Lia. "Huft, hanya menebak, hm? Tidak masalah, akan kuhancurkan mereka!" "Kubilang jangan, Zidan! Yang salah cuman orang itu dan para bawahannya, untuk keluarganya, siapa tahu mereka tidak terlibat dalam urusan itu." "Tidak ada yang bisa

