22

1128 Words

Zidan tersenyum ketika Lia berada di depan sembari mencak-mencak karena tersengat sinar matahari. "Cepat, Pak," ucapnya tak sabaran. Ketika berhasil menyajari wanita tersebut, ia pun keluar dari mobil dan menahan tangan Lia. "Mau ke mana?" "Lepasin, Zidan. Saya gak ada urusan lagi sama kamu!" Lia menepis tangan Zidan serta menatap tajam pria tersebut. Lia benar-benar berbeda, mungkin benar bahwa wanita tersebut kecewa pada dirinya. "Lia, tolong dengerin penjelasan saya!" tegas Zidan, dan kali ini Lia terdiam dan memberi kesempatan pria tersebut untuk berbicara. "Saya kuliah selama 2,8 tahun kemudian lulus di sana, 2 bulan kemudian saya kembali di Indonesia dan mulai membangun perusahaan bersama Devan, bahkan perusahaan kami bersebelahan juga saling kerja sama, maka dari itu, saya fok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD