"Rokok? Kami tak punya rokok, Bu," jawab Vant. Saat guru tersebut memeriknya, begitupun dengan Bumi, tak ada rokok yang ditemukan dan alhasil mereka lolos. Bagaimana bisa? Saat mengelilingi kantin, Vant terlebih dahulu membuang rokok beserta koreknya ke sembarang arah. "Yosh, aman." Mengenai siapa yang melapor, dia adalah Rafa, tetapi untuk Bumi dan Vant mereka tidak terlalu memikirkannya. Di perjalanan menuju kelas, Vant bertanya ke Bumi, "Gimana dengan Quinna? Udah lama gak ketemu sama dia, ngomong-ngomong ... gue juga rindu sih sama adek lo." Vant tidak lagi menjemput Quinna karena gadis tersebut mulai sibuk dengan organisasi sekolah dan menyuruh Vant untuk tidak menjemputnya karena Zidan lah yang selalu menunggu di depan sekolah. Bumi menyeringai jahil, "Lagi sibuk sama doinya."

