31

1090 Words

"Sahabat kagak akhlak gini jadinya, ngehina sahabatnya mulu, gue curiga Van jadinya." "Curiga kenapa?" Kini Devan agak maju sedikit ke arah Zidan. "Jaga jarak, asw! Gue tau lo mau nyium gue kan? Sorry, Van. Gue normal, please. Kalau lo ngejomlo akut, jangan gue dong korbannya," ucapnya menahan kepala Devan sembari menutup mata. "Astaga, Dan. Di mata lo, gue buruk banget yah? Sahabat kunyuk kek lo pengen gue masukin ke tong sampah di gang sebelah, lo mau?" Zidan mengangguk, "Asal sama lo, Van. Gue rela," jawabnya. Devan menatap malas sahabatnya, kemudian menatap langit-langit rumah dan berpikir, "Kapan yah gue nikah?" "Mungkin, matahari terbit dari barat, itu waktu yang tepat buat lo nikah," jawab Zidan, Devan mengangguk-angguk, kemudian melayangkan pukulan kecil di lengan sahabatnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD