Erin dan Arnold hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka karena tentunya Arnold merasa malu telah membuat perusahaan Zidan merugi dan jangan sampai Pak Tarno tahu akan hal ini. "Farel, Vania, sini, Nak. Kita mau pulang," panggil Arnold, kemudian menatap Zidan dan Azerlia, "Nak, kami pulang dulu yah, ada yang harus Ayah urus, ini penting," pamitnya. "Hati-hati, Ayah." Zidan melirik mereka yang telah pergi, ia tersenyum kecil karena tahu alasan di balik pamitnya orang-orang itu. "Kalau begitu, Bapak pulang juga, yah. Ingat, jaga istrimu karena dia lagi hamil sekarang," peringat Pak Tarno kepada putranya. "Siap, Pah." "Ibu Rifa, saya pulang dulu, yah." "Iyah, hati-hati, Pak." Lia dan Zidan tertawa kecil, orang tua tersebut menatap mereka dengan kening yang mengerut, "Kamu kenapa ket

