2 tahun kemudian "Aleeeee, mau ya? Yayaya?" "Gak!" Ale melotot tajam, gadis itu tetap berjalan cepat menuju kelasnya, ia ada kelas, dan sebentar lagi dosennya pasti akan masuk. Tapi pemuda dibelakangnya itu masih setia merengek membuat dahi Ale berdenyut. "Ck, ayolahh, sekali ini aja. Nanti aku beliin es krim yang banyak." Ale tak menjawab. "Al, ayolaah, kamu kok tega sama calon suami sendiri." Tarik nafasnya yang panjang, kemudian berhenti dan berbalik membuat Anda melangkah mundur langkahnya. "Aku ada kelas Arsen, kamu sendiri aja sana. Biasanya juga sendiri." Arsen mencebikkan bibirnya. Yakin kalian tidak percaya? Iyalah. Sejak dua tahun yang lalu, ketika Arsen sembuh dari sakitnya, dari hari ke hari pemuda itu mulai menampakan sifat yang tak pernah Ale duga sebelumnya. Manja?

