Hadiah

1103 Words

Ale menghembuskan nafas kasar saat melihat tangan kiri Arsen lagi diinfus. Namun kali ini bukan cairan infus yang diberikan oleh dokter, melainkan sekantung darah untuk menambah darah Arsen yang sempat bercucuran dari nadinya. Beruntung Arsen segera dibawa pulang sakit dan membantu dokter, kalau tidak sudah dipastikan pemuda itu akan menemui ajalnya hari itu juga. Hanya ada Ale dikamar itu, karena Luna sudah dibuat repot oleh anaknya sendiri. Setelah tahu apa penyebab Arsen melakukan tindakan bodohnya itu, detik itu juga Luna menjemput Anna untuk memainkan cincin yang diinginkan Arsen. Mau tak mau pertunangan mereka akan dimajukan menjadi 2 hari lagi. Arsen membuka matany secara perlahan, dan yang pertama kali ia lihat adalah wajah lelah Ale yang memaksakan senyumannya. "Mau minum?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD