"Kamu mau cerita sesuatu?" Arsen yang memejamkan mata lentera terbuka pelan, merasakan kenyamanan dari elusan tangan Ale dikepalanya ditambah semilir angin menyejukkan dia ingin tidur saat itu juga. Kini mereka tengah berada di Gazebo samping rumah Arsen, pemuda itu tampak nyaman tidur dengan paha Ale sebagai bantalan. Sedangkan Ale sibuk mengelus rambut Arsen. Wajah Arsen tampak datar tak berekspresi saat menatap Ale, namun sebisa mungkin Ale menampilkan senyum terbaiknya. Ia tahu, perasaan Arsen masih sangat mudah berubah ubah, bahkan sepuluh kali lebih parah dari dirinya yang sedang PMS. Mata Arsen kembali menutup membuat Ale menghela nafas sabar, lalu kembali mengelus rambut Arsen. "Waktu itu-" Ale segera berkat gerakan, namun Arsen malah ikut pesannya. Dahinya mengerut tak suka,

