Ale duduk dilantai samping pintu, ia menerapkan dengkulnya lalu menenggelamkan wajahnya dilipatan, ia masih terisak pelan dengan pemikiran negatif yang berkeliaran di kepalanya. Bagaimana tidak? Tadi ia melihat begitu banyak darah yang keluar dari kepala Arsen, helm fullfacenya sama sekali tidak membantu. Ia juga melihat hoodie dan celana Arsen yang robek dibeberapa bagian yang membuat isakannya bertambah keras, hanya ada dia yang dilorong itu membuatnya merasa leluasa untuk mengeluarkan kegundahan hatinya lewat tangisan. Ruangan disampingnya sudah tertutup, saat tiba dirumah sakit Arsen langsung dibawa ke UGD, sedangkan ia yang awalnya menerobos masuk langsung ditarik keluar oleh seorang perawat karena ia sempat berontak bersikukuh menemani Arsen hingga mau tak mau seorang perawat yang

