Jangan nangis, Ale.

1625 Words

"Jal, lo pulang sama Naik ojol ya? Trus suruh Mang Maman ambil mobil gue disekolah." Ale memberikan kunci mobilnya pada Rizal. Rizal mengernyitkan dahinya dalam, kemudian fokusnya teralihkan, yang tadinya fokus pada ponsel pintar kesayangannya, sekarang beralih pada sang kakak yang juga tengah fokus pada ponselnya. "Tumben, kenapa? Mau kencan lo?" "Hehehehe," Dan ringisan itu membuat Rizal paham akan tabiat kakak satunya itu. "Alhamdullilah kakak gue udah gak jomblo lagi ya Allah." Tak. “Aduhh,” Rizal meringis memegangi dahinya yang terkena jitakan Ale. "Adek durjana emang lu," "Sans dong! Eh, btw, pacar lo siapa? Bang Arsen? Mau dia sama lo?" Lagi, sebuah jitakan Ale layangkan ke kepala Rizal, satu satunya adik, yang masih berumur 10 jalan 11 itu, yang otaknya hampir, catat,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD