POV Farhan Saking bahagianya bertemu dengan Asya, aku tidur dengan lelap malam ini. Aku menyambut hari dengan perasaan senang dan semangat yang menggebu. Aku sudah mempersiapkan segalanya dengan matang. Alamat rumah Tante Seina sudah ada di tangan, akses masuk ke komplek juga sudah aku kantongi. Aku bersyukur, segala sesuatu terasa berjalan mulus seperti ini. Seakan alam semesta ikut berkonspirasi membantuku. Setelah sarapan, aku langsung menuju tempat Asya tinggal. Jalanan pagi ini lengang, seolah memberiku kenyamanan. Aku memikirkan Asya, membayangkan ekspresinya ketika melihatku tiba-tiba muncul di depan pintu rumahnya sepagi ini. Apakah dia akan terkejut? Atau malah senang? Pikiran-pikiran itu bercampur aduk di benakku sepanjang perjalanan. Pasalnya semalam, aku juga melihat gurat ke

