Berlibur Bersama

1202 Words

Suara napas Farhan yang teratur di dekat telingaku membuat perasaan itu semakin menguat. Aku merasakan jemarinya yang besar dan hangat perlahan bergerak di pinggangku—mengeratkan pelukannya, menciptakan sensasi yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku mencoba bernapas dalam-dalam, berusaha mengendalikan detak jantungku yang tidak menentu. Tiba-tiba, terdengar suara dari luar kamar memanggil namaku dengan keras. “Asya!” Suara Tante Seina membuatku tersadar. Aku buru-buru melepaskan diri dari pelukan Farhan, berusaha mengumpulkan kembali kewarasanku. “A-aku... Aku harus pergi!” ucapku terbata-bata sambil melangkah cepat keluar kamar, lalu kembali menoleh ke belakang. “Cepat pakai baju lalu ke halaman belakang, eh, ke dapur. Aku butuh bantuanmu,” ucapku dan berlalu. Farhan hanya tertawa k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD