Senjata Makan Tuan

1379 Words

“Kamu baik-baik saja, Sayang?” tanya Farhan. “Kenapa sulit sekali, padahal aku hanya ingin bersamamu dalam setiap momen hidupku.” “Sabar, ya, Sayang. Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya,” balas Farhan. “Aku pernah dihantam badai lebih besar dari ini. Asalkan kamu bersamaku, aku akan baik-baik saja,” jawabku. Farhan tersenyum hangat mengatakan dia akan terus bersamaku apa pun keadaannya. Aku menatap layar ponselku ikut tersenyum hangat. Farhan terlihat mengembuskan napas panjang. “Hah, rasanya aku ingin memelukmu,” katanya membuatku terkekeh. “Jangan tertawa, Sayang. Aku rindu,” lanjutnya. Aku sudah memberi tahu Farhan perihal pesan Ardika melalui Pak Bram. Dan Farhan juga mengatakan, Ardika mengatakan hal yang sama saat dia menjenguk Ardika kemarin. “Kamu har

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD