Tiga bulan kemudian Tidak pernah terbayangkan olehku menjalin hubungan jarak jauh. Enam bulan berlalu dan kami berhasil melewatinya baik-baik saja. Aku merapikan penampilanku melihat pantulan wajahku di layar ponsel menunggu panggilan video tersambung dengan Farhan di seberang sana. “Sudah cantik,” ucap Tante Seina seraya mengusap kepalaku lembut. Aku meraih tangannya dan mengecup punggung tangannya. Tante Seina juga tidak kalah cantik. Hari ini orang tua Farhan dan Papa akan bertemu secara virtual. Setelah kami diskusikan bersama. Tidak ada acara lamaran seperti kebanyakan orang. Pertemuan virtual ini hanya untuk saling bertegur sapa dan menentukan tanggal pernikahan yang sebenarnya aku dan Farhan sudah tentukan. Ya, kami akan langsung menikah dan dilangsungkan di Jepang. “Sayang, la

