Rencana Farhan

1047 Words

Aku menatap layar ponselku, memperhatikan wajah Farhan yang terlihat tenang di balik layar video call. Dia baru saja memberitahuku sesuatu yang membuat hatiku sedikit terkejut. Farhan mengajukan resign dari Rumah Sakit Harapan Nusa. Dia terlihat biasa saja seolah itu bukan hal besar. Aku terdiam sejenak, mencoba memproses apa yang baru saja dia katakan. "Kenapa tiba-tiba resign?" tanyaku, rasa kecewa dan khawatir campur aduk dalam suaraku. Farhan menghela napas pelan, lalu tersenyum hangat, "Enggak tiba-tiba, kok, Sayang. Aku udah pikirin ini matang-matang. Sayang dengar, ini bukan karena kamu. Resign dari rumah sakit Harapan Nusa sudah pernah aku pikirkan sejak lama, sebelum kita akhirnya bersama, jadi ini bukan salah kamu.” “Tetap saja—” “Sayang … ambil saja hikmahnya. Aku keluar dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD