* * Gendhis: Om aku ke rumah Pakde dulu. Jenguk Pakde katanya sakit. Pesan itu Gendhis kirimkan saat dia berjalan keluar dari gerbang kampus. Disana dia sudah ditunggu oleh tukang ojek yang ia pesan dari aplikasi di ponselnya. Tanpa menunggu jawaban Bhumi, gadis itu memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. Perasaannya sedikit cemas karena keluarga yang dia punya satu-satunya sakit, sebab mengkhawatirkan tentang dirinya. Ya, Gendhis menganggap Pakdenya adalah keluarga satu-satunya karena dia tidak mendapatkan arti keluarga dari istri dan anak Pakdenya. Sampai di depan rumah Pakde Bagus, atmosfer yang Gendhis rasa mulai berbeda. Seperti kenangan masa lalu, yang membuatnya sering cemas karena sesuatu, kini terulang lagi. Setelah menarik dan menghembuskan nafas panjang, Gendhis menget

