Menahan Emosi

2101 Words

# Tsabina Pov. Aku membangunkan Mas Ares yang masih tertidur pulas karena masih pukul 03.15. Sudah waktunya sahur. Aku hendak memasak untuk suamiku dan ku lihat Jeni sudah di dapur. Aku tidak ingin membangunkan Jeni dan biarkan aku yang mengurus sahur kami, tapi ternyata Jeni melakukan tugasnya dengan baik. Ia tidak membiarkanku untuk menyentuh apa pun di dapur. “Bangun, Mas. Mas? Mas!” Mas Ares bergerak gelisah dan menoleh menatapku. “Iya, Sayang?” “Sudah waktunya sahur,” kataku. “Kamu mau sahur kan? Mau puasa kan besok?” Mas Ares menganggukkan kepala. Dan berkata, “Sudah jam berapa?” “Sudah 03.15. Ayo bangun sahur,” kataku sekali lagi. Mas Ares menganggukkan kepala dan terbangun dari tidurnya. Ia mengenakan jubah berwarna coklat dan kami keluar dari kamar. Tak lama kemudian, ku li

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD