Senang Bersama Mereka

2027 Words

“Ada apa dengan Kaila? Sepertinya dia tidak terlihat seperti biasa,” tanya Mas Ares ketika kami berdua sudah bersandar di kepala ranjang. Aku menoleh menatap suamiku dan berkata, “Kaila hamil, Mas. Tapi dia tidak memberitahu Gani kehamilannya.” “Biasanya orang kalau hamil senang kan? Tapi kenapa dia tidak seperti itu?” “Katanya kalau hamil dia tidak akan bebas ikut Gani kemanapun.” “Ya pasti Gani akan menetap juga di Jakarta.” “Aku sudah berusaha membujuknya, Mas, namun dia tetap tak mau mendengarkan.” “Itu perasaan Ibu hamil, Sayang. Bukankah perasaan ibu hamil akan seperti itu?” Apa yang mas Ares katakan memang benar, ini pasti karena perasaan Kaila yang tidak menentu. Aku menggelengkan kepala dan mendesah napas halus. “Ayo lah mas, kita tidur,” kataku, Mas Ares menganggukkan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD