Rindu Pada Mereka

1611 Words

Setelah Liu sudah keluar dari mobil, Mas Ares menoleh menatapku. Mas Ares ingin mengatakan sesuatu, tapi ia mencoba menahannya. “Katakan saja mas, aku tak apa-apa kok,” kataku menatap suamiku. “Baiklah. Akan aku katakan,” kata Mas Ares. “Sayang, bisa tidak katakan dulu kepadaku jika Liu mau naik? Bukan aku tak suka, tapi aku benar-benar tidak nyaman jika dia ada di antara kita.” Aku sudah bisa menebak apa yang akan Mas Ares katakan tentang itu, Mas Ares pasti terkejut karena tiba-tiba saja aku mengajak Liu tanpa memberitahu Mas Ares dahulu. Aku menganggukkan kepala dan tersenyum menatap Mas Ares. “Maafin aku ya, Mas.” Mas Ares mengangguk dan mendesah napas halus, Mas Ares kelihatannya sudah lebih baik walaupun sejak tadi ia merasa tidak nyaman. Mas Ares lalu melajukan mobilnya mening

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD