Merindukan Momen Itu (A)

1607 Words

# Antares Pov. Aku melangkahkan kaki keluar dari kamar setelah melihat Tsabina masuk ke kamar mandi, aku melangkah menuju dapur dan menghampiri Jeni yang kini tengah memasak. Aku berdeham dan Jeni berbalik melihatku. Aku melihat semua makanan yang Jeni masak, cukup menggugah selera. “Ada apa, Tuan? Apa ada yang Tuan butuhkan?” tanya Jeni. “Kamu sudah tahu kan mulai besok Tsabina dan aku berpuasa?” “Tuan juga?” “Iya. Aku kan mualaf, jadi aku pasti berpuasa besok.” Aku menjawabnya. “Tuan mau berpuasa besok?” tanya Jeni menatapku seolah tak percaya aku akan berpuasa besok. “Iya. Memangnya kenapa?” tanyaku menautkan alis. Pertanyaan Jeni terus saja di ulang-ulang. “Apa aku tidak boleh berpuasa? Aku sudah menikah dan aku ikut agama istriku, jadi sudah pasti aku akan ikut apa pun yang di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD