melamar pekerjaan

1241 Words
Melamar pekerjaan Airin pun kini sudah sampai di kontrakan yang yang sudah di carikan oleh sahabatnya beberapa hari yang lalu. "Kemarin temenku udahh ngabarin kalau di kantornya ada lowongan sekertaris, sebelum menikah kamu kan juga pernah bekerja di kantor, coba aja ngelamar di sana," ucap Hani, sahabat dari Airin. "Sekertaris??" tanya Airin, lalu percaya diri. "Iya sekertaris." Hani mengangguk. "Bukannya sekertaris itu identik dengan seksi juga cantik ya. Kalau buat staf biasa ada nggak??" tanya Airin memastikan. Kalau untuk menjadi sekertaris rasanya ia sangat ragu jika akan di terima. Airin kembali mengingat wanita berambut kemerahan sekertaris suaminya yang terlihat sangat cantik, dengan bodi bak gitar spanyol, sedangkan dirinya?? Memang benar kata wanita itu, Airin "Kayaknya nggak ada Rin." "Aku cari yang lain aja lah Han, aku nggak percaya diri kalau buat jadi sekertaris," ucap Airin tak percaya diri. Suaminya saja sudah mematahkan semangatnya, apa lagi orang di luar sana. "Ehh coba dulu, katanya bosnya ini cari sekertaris yang benar-benar serius untuk bekerja. Soalnya yang aku denger nih ya, nggak ada satu pun sekertaris yang betah kerja sama dia. Dia itu bos yang gila kerja, nah semua seperti dia, termasuk sekertaris yang setiap hari harus sama dia. makanya cuma orang-orang pilihan yang bisa masuk kesana, dan cuma orang yang kuat mental yang bisa bertahan di sana, tapi sayangnya nggak ada satu pun sekertaris yang mampu bertahan lebih dari tiga bulan. Semuanya kabur dari kantor gara-gara nggak kuat sama bosnya yang gila kerja," jelas Hani. "Apa Bos itu memang segila itu??" tanya Airin penasaran. "Kata temen aku yang kerja di sana sih emang iya. Bosnya itu gila kerja, dan buatnya." "Ihhh ngeri sih aku dengernya." "Eitsss tapi ... Gajinya pun gila-gilaan. Perusahaan itu satu-satu perusahaan di indonesia yang berani gaji karyawannya lima kali lipat dari gaji karyawan biasanya. Dan kebayang gaji sekertarisnya berapa? Dan setiap tahun perusahaan selalu ngadain liburan keluar negri, seluruh karyawannya di bayarin, gratis tis. Katanya buat apresiasi orang orang yang udah betah kerja sama dia selama ini. Gila nggak tuh?? Gaji gede, liburan tiap tahun "Menggiurkan sih." Airin manggut-manggut. "Makanya, tunggu apa lagi?? Kalau kamu bisa kerja di sana, kamu bisa tunjukin ke si Rangga sialan itu kalau kamu juga bisa apa apa tanpa dia. Dan bahkan kalau kamu bisa kerja di sana, kamu bisa sekalian sedot lemak biar bodi kamu bisa lebih cantik dari pelakor nggak tau diri itu." Hani emosi sendiri kalau mengingat tentang Rangga dan Raisa. "Tapi kira-kira aku bisa kurus nggak ya Han? Kayaknya aku ragu, berat aku aja udah mendekati sembilan puluh kilo. Entah apa aja yang aku makan selama ini sampai aku bisa seperti karung beras," ucap Airin sendu. "Jangan sedih, setiap usaha pasti ada hasilnya. Kalau kamu giat olah raga dan diet, aku yakin badan kamu pasti bisa balik kayak dulu." "Kalau aku nggak bisa berubah dalam tiga bulan, gimana ya Han?? Apa aku harus ngerelain Mas Rangga sama wanita itu??" "Ihhh najis, cowok kayak gittu masih di harepin. Saran aku ya Rin, jangan pernah kembali sama suami yang udah pernah selingkuh. Meskipun dia udah tobat, tapi bukan nggak mungkin suatu saat dia bakalan ngulangin apa yang pernah dia lakuin. Si Rangga itu ya Rin, udah keliatan kalau cinta cuma sama fisik doang. Cari pasangan itu yang bisa nerima kamu apa adanya, kalau nerima cuma pas kamu cantik, berarti nanti pas kamu udh nggak cantik lagi, bisa di jamin kamu bakalan di buang lagi," ucap Hani menggebu-gebu. "Tapi aku cinta banget sama Mas Rangga Han. Kita rumah tangga udah lima tahun, rasanya nggak mungkin aku ninggalin dia. Dia begini juga karna aku yang nggak bisa jaga badan, makanya aku harus bikin dia cinta lagi sama aku." "Hati kamu tuh terbuat dari apa sih Rin? Udah tahu suami sekingkuh, masih aja di belain, heran aku." "Aku berharap sih Mas Rangga nantinya bakalan berubah Han. Dia juga udah janji sama aku kalau dia nggak bakalan macem-macem sampai tiga bulan kemudian. "Buaya di percaya. Kita taruhan nih Rin, Si Rangga kampret itu bakalan ingkarin janjinya sebelum tiga bulan. Percaya deh, kalau emang dia bisa nahan diri dari tu siluman akhir jaman, aku rela ganti suami--Awwww, sakit tauuu," keluh Hani. "Sembarangan banget kalau ngomong," ucap Airin dengan wajah kesal. "Bercanda Rin, yang jelas aku bakalan sujud minta maaf di depan Rangga kalau dia memang bisa menahan dirinya," ralat Hani. SMP, mulutnya memang ceplas ceplos, tapi hantinya sangat baik. Dan Hani adalah satu-satunya sahabat Airin yang masih ada sampai sekarang. "Pokoknya makasih deh Han, udah mau bantuin aku. Aku nggak tau mau ngapain kalau kamu nggak bantuin aku. Pokoknya kamu memang satu-satunya sahabat aku yang paling baik," ucap Airin sembari memeluk sahabatnya itu. "Iya pokoknya kalau kamu butuh sesuatu hubungin aku aja ya Rin, jangan ragu. Aku bakalan ngelakuin kamu." Hani mengusap punggung Airin. ***k Keesokan harinya, Airin pun sudah siap, dan menunggu panggilan interview di kantor sebuah perusahaan cukup terkenal, Mandala Corporation. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor dan impor dengan anak perusahaan yang ada di mana-mana. Ada empat orang di samping Airin yang membuat Airin sedikit insecure, karena rata-rata penampilan mereka yang terlihat sangat cantik dan seksi. Apa mungkin Airin bisa bersaing dengan wanita wanita yang ada di sampingnya ini? Airin menarik nafas panjang sembari terus menyemangati dirinya. "Rejeki nggak akan kemana Airin. Kalau memang kamu tidak di terima, yakinlah di luar sana pasti banyak perusahaan yang menunggumu," ucap Airin dalam hati. "Eh denger-denger CEO dari perusahaan ini langsung loh yang bakal interview kita. dan menurut gantengnya tingkat langit," ucap salah satu wanita di samping Airin. "Wahh pasti seru deh jadi sekertarisnya, tiap hari bisa natap wajah ganteng tingkat langit. Nggak di gaji juga nggak papa deh," sambung yang satunya. "Ehh tapi jangan salah, gu denger-denger sih Bos kita itu killer banget, makanya nggak ada sekertarisnya yang betah kerja sama dia," kata wanita yang satunya lagi. "Gue yakin dia bakalan bertekuk lutut sama, kita angkat rok sedikit aja dia udah ngiler." Airin hanya diam mendengar semua wanita yang bergosip di sampingnya. Dan tibalah saatnya mereka semua masuk ke dalam satu ruangan yang di dalamnya sudah ada dua orang laki-laki dan satu wanita. Mata mereka tertuju pada satu pria yang kini duduk di kursi kebesaran dan menatap semua kandidat dengan tajam. Keempat wanita yang ada di samping Airin seolah terhipnotis dengan pesona pria yang ada di hadapan mereka. Pria dengan raut tegas serta bola mata hitam legamnya membuat siapa saja wanita yang ada di hadapannya pasti jatuh cinta. "Maya!!" Suara bariton milik pria itu menginterupsi lamunan para kandidat yang ada di depannya. "Baik Pak." Wanita yang ada di samping pria yang duduk di kursi kebesaran itu pun menyalakan layar besar yang ada di ruangan itu yang terhubung langsung dengan CCTV di seluruh sudut kantor. Dan dengan satu sekertaris itu terdengar oleh semua yang ada di ruangan tersebut. Keempat wanita yang ada di samping Airin melotot sempurna dan saling pandang, karena mendengar semua obrolannya tentang Bos perusahaan itu. Wajah mereka merah padam akibat malu, terkecuali Airin yang memang tak terlibat dengan percakapan itu. "Kalian tahu?? perusahaan saya ini tidak butuh wanita-wanita tukang gosip seperti kalian." "Ammar!!" ucap Pria itu dengan suara "Iya Pak," jawab pria yang ada di sebelahnya. "Usir mereka semua dari sini. Saya butuh sekertaris yang serius dalam bekerja, bukan wanita tukang gosip seperti mereka," titah sang Bos. Altaf Mandala Pratama, pria dengan julukan Bos gila kerja, yang tak suka dengan karyawan yang tidak serius dalam bekerja, apa lagi wanita tukang rumpi, tidak akan pernah bisa masuk dalam perusahaan yang dia pimpin selama ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD