Melamar pekerjaan
Airin pun kini sudah sampai di
kontrakan yang yang sudah di carikan
oleh sahabatnya beberapa hari yang
lalu.
"Kemarin temenku udahh ngabarin
kalau di kantornya ada lowongan
sekertaris, sebelum menikah kamu kan
juga pernah bekerja di kantor, coba aja
ngelamar di sana," ucap Hani, sahabat
dari Airin.
"Sekertaris??" tanya Airin, lalu
percaya diri.
"Iya sekertaris." Hani mengangguk.
"Bukannya sekertaris itu identik
dengan seksi juga cantik ya. Kalau
buat staf biasa ada nggak??" tanya
Airin memastikan. Kalau untuk
menjadi sekertaris rasanya ia sangat
ragu jika akan di terima. Airin kembali
mengingat wanita berambut
kemerahan sekertaris suaminya yang
terlihat sangat cantik, dengan bodi bak
gitar spanyol, sedangkan dirinya??
Memang benar kata wanita itu, Airin
"Kayaknya nggak ada Rin."
"Aku cari yang lain aja lah Han, aku
nggak percaya diri kalau buat jadi
sekertaris," ucap Airin tak percaya diri.
Suaminya saja sudah mematahkan
semangatnya, apa lagi orang di luar
sana.
"Ehh coba dulu, katanya bosnya ini
cari sekertaris yang benar-benar serius
untuk bekerja. Soalnya yang aku
denger nih ya, nggak ada satu pun
sekertaris yang betah kerja sama dia.
Dia itu bos yang gila kerja, nah semua
seperti dia, termasuk sekertaris yang
setiap hari harus sama dia. makanya
cuma orang-orang pilihan yang bisa
masuk kesana, dan cuma orang yang
kuat mental yang bisa bertahan di
sana, tapi sayangnya nggak ada satu
pun sekertaris yang mampu bertahan
lebih dari tiga bulan. Semuanya kabur
dari kantor gara-gara nggak kuat sama
bosnya yang gila kerja," jelas Hani.
"Apa Bos itu memang segila itu??"
tanya Airin penasaran.
"Kata temen aku yang kerja di sana sih
emang iya. Bosnya itu gila kerja, dan
buatnya."
"Ihhh ngeri sih aku dengernya."
"Eitsss tapi ... Gajinya pun gila-gilaan.
Perusahaan itu satu-satu perusahaan di
indonesia yang berani gaji
karyawannya lima kali lipat dari gaji
karyawan biasanya. Dan kebayang gaji
sekertarisnya berapa? Dan setiap tahun
perusahaan selalu ngadain liburan
keluar negri, seluruh karyawannya di
bayarin, gratis tis. Katanya buat
apresiasi orang orang yang udah betah
kerja sama dia selama ini. Gila nggak
tuh?? Gaji gede, liburan tiap tahun
"Menggiurkan sih." Airin
manggut-manggut.
"Makanya, tunggu apa lagi?? Kalau
kamu bisa kerja di sana, kamu bisa
tunjukin ke si Rangga sialan itu kalau
kamu juga bisa apa apa tanpa dia. Dan
bahkan kalau kamu bisa kerja di sana,
kamu bisa sekalian sedot lemak biar
bodi kamu bisa lebih cantik dari
pelakor nggak tau diri itu." Hani emosi
sendiri kalau mengingat tentang
Rangga dan Raisa.
"Tapi kira-kira aku bisa kurus nggak
ya Han? Kayaknya aku ragu, berat aku
aja udah mendekati sembilan puluh
kilo. Entah apa aja yang aku makan
selama ini sampai aku bisa seperti
karung beras," ucap Airin sendu.
"Jangan sedih, setiap usaha pasti ada
hasilnya. Kalau kamu giat olah raga
dan diet, aku yakin badan kamu pasti
bisa balik kayak dulu."
"Kalau aku nggak bisa berubah dalam
tiga bulan, gimana ya Han?? Apa aku
harus ngerelain Mas Rangga sama
wanita itu??"
"Ihhh najis, cowok kayak gittu masih
di harepin. Saran aku ya Rin, jangan
pernah kembali sama suami yang udah
pernah selingkuh. Meskipun dia udah
tobat, tapi bukan nggak mungkin suatu
saat dia bakalan ngulangin apa yang
pernah dia lakuin.
Si Rangga itu ya Rin, udah keliatan
kalau cinta cuma sama fisik doang.
Cari pasangan itu yang bisa nerima
kamu apa adanya, kalau nerima cuma
pas kamu cantik, berarti nanti pas
kamu udh nggak cantik lagi, bisa di
jamin kamu bakalan di buang lagi,"
ucap Hani menggebu-gebu.
"Tapi aku cinta banget sama Mas
Rangga Han. Kita rumah tangga udah
lima tahun, rasanya nggak mungkin
aku ninggalin dia. Dia begini juga
karna aku yang nggak bisa jaga badan,
makanya aku harus bikin dia cinta lagi
sama aku."
"Hati kamu tuh terbuat dari apa sih
Rin? Udah tahu suami sekingkuh,
masih aja di belain, heran aku."
"Aku berharap sih Mas Rangga
nantinya bakalan berubah Han. Dia
juga udah janji sama aku kalau dia
nggak bakalan macem-macem sampai
tiga bulan kemudian.
"Buaya di percaya. Kita taruhan nih
Rin, Si Rangga kampret itu bakalan
ingkarin janjinya sebelum tiga bulan.
Percaya deh, kalau emang dia bisa
nahan diri dari tu siluman akhir jaman,
aku rela ganti suami--Awwww, sakit
tauuu," keluh Hani.
"Sembarangan banget kalau
ngomong," ucap Airin dengan wajah
kesal.
"Bercanda Rin, yang jelas aku bakalan
sujud minta maaf di depan Rangga
kalau dia memang bisa menahan
dirinya," ralat Hani.
SMP, mulutnya memang ceplas ceplos,
tapi hantinya sangat baik. Dan Hani
adalah satu-satunya sahabat Airin
yang masih ada sampai sekarang.
"Pokoknya makasih deh Han, udah
mau bantuin aku. Aku nggak tau mau
ngapain kalau kamu nggak bantuin
aku. Pokoknya kamu memang
satu-satunya sahabat aku yang paling
baik," ucap Airin sembari memeluk
sahabatnya itu.
"Iya pokoknya kalau kamu butuh
sesuatu hubungin aku aja ya Rin,
jangan ragu. Aku bakalan ngelakuin
kamu." Hani mengusap punggung
Airin.
***k
Keesokan harinya, Airin pun sudah
siap, dan menunggu panggilan
interview di kantor sebuah perusahaan
cukup terkenal, Mandala Corporation.
Sebuah perusahaan yang bergerak di
bidang ekspor dan impor dengan anak
perusahaan yang ada di mana-mana.
Ada empat orang di samping Airin
yang membuat Airin sedikit insecure,
karena rata-rata penampilan mereka
yang terlihat sangat cantik dan seksi.
Apa mungkin Airin bisa bersaing
dengan wanita wanita yang ada di
sampingnya ini?
Airin menarik nafas panjang sembari
terus menyemangati dirinya.
"Rejeki nggak akan kemana Airin.
Kalau memang kamu tidak di terima,
yakinlah di luar sana pasti banyak
perusahaan yang menunggumu," ucap
Airin dalam hati.
"Eh denger-denger CEO dari
perusahaan ini langsung loh yang
bakal interview kita. dan menurut
gantengnya tingkat langit," ucap salah
satu wanita di samping Airin.
"Wahh pasti seru deh jadi
sekertarisnya, tiap hari bisa natap
wajah ganteng tingkat langit. Nggak di
gaji juga nggak papa deh," sambung
yang satunya.
"Ehh tapi jangan salah, gu
denger-denger sih Bos kita itu killer
banget, makanya nggak ada
sekertarisnya yang betah kerja sama
dia," kata wanita yang satunya lagi.
"Gue yakin dia bakalan bertekuk lutut
sama, kita angkat rok sedikit aja dia
udah ngiler."
Airin hanya diam mendengar semua
wanita yang bergosip di sampingnya.
Dan tibalah saatnya mereka semua
masuk ke dalam satu ruangan yang di
dalamnya sudah ada dua orang
laki-laki dan satu wanita.
Mata mereka tertuju pada satu pria
yang kini duduk di kursi kebesaran
dan menatap semua kandidat dengan
tajam.
Keempat wanita yang ada di samping
Airin seolah terhipnotis dengan pesona
pria yang ada di hadapan mereka. Pria
dengan raut tegas serta bola mata
hitam legamnya membuat siapa saja
wanita yang ada di hadapannya pasti
jatuh cinta.
"Maya!!" Suara bariton milik pria itu
menginterupsi lamunan para kandidat
yang ada di depannya.
"Baik Pak." Wanita yang ada di
samping pria yang duduk di kursi
kebesaran itu pun menyalakan layar
besar yang ada di ruangan itu yang
terhubung langsung dengan CCTV di
seluruh sudut kantor. Dan dengan satu
sekertaris itu terdengar oleh semua
yang ada di ruangan tersebut.
Keempat wanita yang ada di samping
Airin melotot sempurna dan saling
pandang, karena mendengar semua
obrolannya tentang Bos perusahaan
itu. Wajah mereka merah padam akibat
malu, terkecuali Airin yang memang
tak terlibat dengan percakapan itu.
"Kalian tahu?? perusahaan saya ini
tidak butuh wanita-wanita tukang
gosip seperti kalian."
"Ammar!!" ucap Pria itu dengan suara
"Iya Pak," jawab pria yang ada di
sebelahnya.
"Usir mereka semua dari sini. Saya
butuh sekertaris yang serius dalam
bekerja, bukan wanita tukang gosip
seperti mereka," titah sang Bos.
Altaf Mandala Pratama, pria dengan
julukan Bos gila kerja, yang tak suka
dengan karyawan yang tidak serius
dalam bekerja, apa lagi wanita tukang
rumpi, tidak akan pernah bisa masuk
dalam perusahaan yang dia pimpin
selama ini.