Dira kembali menoleh pada Brama, “Aku mau ke kamar atas aja,” katanya menggelayut semakin manja. “Dek, cowok yang kamu gelendotin ini udah punya istri!” Ajisaka yang sedari tadi menatap malas pada drama dan jeritan adiknya itu baru bersuara. Lirikan Dira kini terarah pada lelaki yang masih berdiri di dekat pintu masuk, “Biarin aja sih, Kak! Aku adiknya. Kita udah lebih lama kenal. Sedangkan istrinya cewek antah berantah yang tiba-tiba masuk rumah ini gitu aja! Enak bener ambil punya aku!” Dira bersungut-sungut sambil mencebik pada Ajisaka. “Hah! Lo manjain terus jadi gitu, Brama!” Ajisaka menepuk pundak Brama dan melenggang mengikuti Isha yang sudah melewati pintu kaca di belakang. Ia berhenti sebentar di depan Antasena yang tidak berkomentar apapun. “Papa harus mulai tegas sama Dira.

