24. —Melawan Setan

1443 Words

“Setan yang aku maksud,” jawab Isha dengan lirikan kecil pada pintu, ia menghela napas. “Semoga beruntung, Zanari. Gak apa-apa, hadapi aja.” Isha menepuk pundak Zana, mengirim dukungannya. Zana mengikuti arah lirikan Isha, menatap pintu berukir yang tertutup. Tapi teriakan itu terdengar sampai keluar. Setan? Yang berteriak itu? Siapa? “Itu Dira. Si bungsu, Sang Princess, dan setan cilik paling licik!” jelas Isha lagi sambil bersama menarik Zana melewati pintu berukir yang kali ini dijaga oleh orang lain. Bukan lagi Mas Adam yang selumbari lalu Zana lihat. Dan saat pintu terbuka, teriakan semakin jelas terdengar. “PAPA MENGIRIMKU KARENA BRAMA MAU MENIKAH, KAN? KENAPA PAPA SETEGA ITU SIH SAMA AKU?! UDAH AKU BILANG BRAMA ITU MILIK DIRA! KURANG JELAS APA ITU UNTUK PAPA?!” Jeritan terdeng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD