78. —Stay

1359 Words

Krek! “Aaaa!” Jeritan Zana berhenti setelah sadar kakinya terasa lebih baik. Tangannya yang mencengkeram pinggiran sofa perlahan dilepaskannya. “Masih sakit?” tanya Brama. Suaranya lembut. Suara yang masih selalu membuat Zana kaget. Matanya memandangi kakinya yang masih dipegang Brama. Tapi rasa sakitnya tadi sudah hilang. Zana menggerakan kaki kanannya itu. “Enggak,” jawabnya dengan mata mengerjap. Ayu tersenyum menatap Zana yang terlihat tidak kesakitan lagi. Keponakannya itu sekarang sedang bengong dengan apa yang Brama lakukan pada kakinya. “Beneran gak sakit,” Zana amaze sendiri, padahal tadi saat Brama menyentuh kakinya, itu rasanya sakitnya sakit banget. Tapi sekarang, “itu tadi diapapin kaki aku?” penasarannya kambuh. “Kretek,” jawab Brama yang mengusap-usap pergelangan kaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD