Dengan apa yang Ajisaka lakukan kemarin, Brama harus melakukan banyak tugas sekaligus. Setelah kemarin berhasil dengan menaikkan beritanya dengan Zana. Hari ini, Brama bangun pagi-pagi sekali, Zana baru keluar dari kamar saat Brama baru selesai mandi. “Mau kemana?” tanyanya. Brama menoleh, mendapati Zana yang masih dalam setelan tidurnya. Atasan tanpa lengan dengan tali tipis dan celana pendek yang hanya menutup setengah dari pahanya. Brama berdeham. “Kantor Kak Saka,” jawab Brama dengan mata beralih dari tatapanya pada Zana. “Kopi?” tanya Zana. Ia berjalan ke dapur sambil membereskan ikatan rambutnya. Pandangan Brama kembali melihat gerakan itu, ia menghentikan langkah, dan tersenyum, “Bisakah dengan teh madu buatanmu?” tanyanya. Zana menoleh, tatapannya beradu dengan mata Brama yan

