“Aku pasti bikin kalian berdua kesulitan," Zana tersenyum kecil. Canggung. “Itu kelalaian kami.” Kompak, Barong dan Asim menunduk di depan Zana. Zana mundur karena tindakan kedua lelaki bersetelan preman di depannya, ia melirik Brama yang berdiri dengan santai. Tangan Brama yang tiba-tiba meraih pinggangnya membuat Zana jadi salah tingkah. Zana benar-benar berniat ingin meminta maaf. Tapi sepertinya kedua lelaki di depannya mengganggapnya tidak tulus. “Enggak, aku beneran minta maaf. Aku gak akan kabur lagi,” Zana dengan lebih tegas. Barong dan Asim kembali berdiri tegap. Mata mereka kembali melirik Brama. Lelaki itu mengangguk. “Terima kasih sudah mengkhawatirkan kami, Bu Zana.” Senyum Zana kembali muncul saat suara Barong dan Asim tidak segarang tadi. Zana mengangguk, kedua tan

