37. —Kisah Cinta Orang Lain

1639 Words

“Selamat pagi cangkemmu!” sembur Zana, “ini udah siang,” lanjutnya sambil berusaha melepaskan diri, tapi Brama lagi-lagi menariknya. “Ini masih pagi, masih jam tujuh,” Brama menjawab kalem. Tatapannya tidak fokus, matanya kembali bolak-balik antara mata cokelat Zana dan bibirnya yang dari tadi melayangkan protes padanya. “Lepasin aku, Brama!” “Memangnya kamu mau kemana?” “Apa urusannya sama lo?!” tegas Zana. Brama diam menunggu jawaban Zana. “Mau mandi, mau bikin sarapan, aku lapar,” Zana menjawab kemudian. “Sarapan udah dibawain Bi Anti,” ucap Brama lagi. Mata Zana membelalak, ia berhenti bergerak-gerak, “Pintu kamar aku kebuka, Bi Anti pasti nyari karena aku gak ada di kamar.” “Bu Anti juga sudah tau kamu tidur di sini.” Suara santai Brama membuat Zana semakin merasa horor. Ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD