18. —Si Cinta Mati Lilara

1466 Words

Tiga belas jam sebelum Brama pulang … Ponselnya berdering lagi setelah menghubungi Bi Anti. Zana yang baru saja meninggalkan benda pipih itu di kamar kembali berlari kecil ke sana melihat siapa yang menelepon dirinya di pagi hari secerah ini. Siapa lagi kalau bukan … “Lila, lo udah bangun?” sapa Zana. Ingat sekali tadi malam sepupunya itu berparty ria di acaranya. ‘Heem,’ jawab suara serak Lila. “Minum dulu sana!” Diam. “La? Lo gak balik tidur lagi, kan?” ‘Ah, gue minum dulu,’ jawab Lila kemudian dengan suara serak yang mengerikan untuk Zana. Zana berdecak, “Tanteyu pasti udah siapin teh madu, La, minum itu dulu,” katanya mengingatkan. ‘Ish, yang nganggur dua bulan sampe udah hapal banget Mami bikin teh madu pagi-pagi, ya,’ gumam Lila. Sindiran yang membuat Zana terbahak sendiri.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD