Orang lain bilang, jangan melawan kekerasan dengan kekerasan. Tapi tidak untuk Zana. Ia akan membalas kegilaan dengan kegilaan juga. Kegilaan pertama yang akan ia buat adalah di dalam sini. Di dalam rumah ini. Setelah obrolan pagi dengan Lila tadi, Bi Anti datang dengan Pa Arga. Pak Arga adalah lelaki dengan wajah ramah yang berumur sekitar enam puluh tahun. Sudah bekerja di rumah utama sejak empat puluh tahun yang lalu. Semua hal di rumah itu dijaga dan diawasi ketat olehnya. Ia juga yang membuat semua hal menjadi mungkin di rumah itu. Dari urusan di pintu depan sampai ke pojok halaman belakang, Pak Arga tahu semuanya. Dari isi lemari di setiap kamar, sampai isi setiap kabinet di dapur, Pa Arga juga tahu. Zana duduk di sofa sedangkan Pak Arga masih berdiri dan menunduk hormat padanya.

