43. —Gugatan Cerai

1493 Words

“Ap–pa sih?” Zana membelalak saat Brama mengecup bibirnya sekali lagi. “Seperti yang kamu lakukan tadi. Satu sama!” Brama tersenyum pada reaksi Zana yang langsung mematung. “Gak lucu!” Zanari berdiri. Kali ini Brama membiarkan gadis itu berjalan ke dapur dengan peralatan yang sudah dipakainya tadi. “Kamu bisa menyimpannya, Bi Anti yang akan memberikan barang kotor pada Dokter Fia.” “Aku bersihin dulu. Darah kamu banyak banget,” jawab Zana. Ia mencuci peralatan dan memisahkannya dengan sampah medis. Memisahkan bekas jarum dan benang juga sarung tangannya yang menyisakan darah Brama yang bercampur dengan antiseptik dan iodin. “Kamu mau minum?” tanya Zana sambil mematikan keran. “Saya bisa ambil sendiri.” Brama mengambil botol air dari dalam kulkas. “Mau aku bantu buka?” tawarnya deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD