Pembinor

1345 Words

Akbir merasa bersalah melihat wajah pulas istrinya, di tengah permainan, Veve jatuh tertidur. Membuat Akbir hanya menghela nafas berkali-kali. Akbir menciumi wajah istrinya yang semalam berhasil membuatnya mati-matian menahan emosi serta gairah yang sudah diambang batas. Akbir beranjak dari kasur, melenggang ke kamar mandi. "Kak, kak Akbir," ringis Veve memegangi perutnya. Nyeri di perutnya membuat ia terbangun seketika. Veve meraba-raba ranjang sampingnya, tak mendapati suami tampannya. "Kak, kakak dimana?" teriak Veve kesal. Perutnya sudah sangat sakit. Akbir yang mendengar rintihan Veve, mempercepat mandinya. "Ada apa Ve, kenapa berteriak?" "Kak, sakit!" Akbir menyingkap selimut Veve, mendapati darah segar keluar dari sela-sela kaki Veve. Mata Akbir membulat kaget. "Ve, kamu tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD