Old daddy

1278 Words

"A ... A .. !! mangap yang lebar!" titah Akbir seraya mengarahkan sendok berisi nasi dan lauk ke arah mulut Veve. Veve dengan tegas menolak. Ia tidak mau makan mesti perutnya lapar. Apalagi indra penciumnya, mencium bau sedap cah sayuran ala suami tersengkleh nya. "Buka mulutnya, cinta!" ucap Akbir melembutkan nada bicaranya. "Gak, sebelum kamu jawab pertanyaan aku." ucap Veve amgkuh. "Mau tanya apa?" "Kenapa saat temen-temen kamu datang, kamu gak anggap aku sebagai istri? kamu malu punya istri kayak aku?" selidik Veve dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "Eng- engga ... gi-" "Tuh kan, jawabnya gagu gitu, pasti malu." sambar Veve cepat. Akbir menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Bingung mau menjelaskan dari mana. Karena disini memang dia yang salah. Dan Veve adalah korban dari keeg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD