"Tolong, lepaskan aku dari sini! hiks hikss..." isak Densha di bawah kaki Raga. Raga memalingkan wajahnya. Bohong bila ia tidak iba, dan bohong bila ia senang melihat Densha menderita. Apalagi setelah beberapa waktu lalu saat Raga menemui adik Densha. Gadis kecil bernama Izza itu menceritakan kisah yang amat memilukan. Tak ada yang tau di balik sifat penuh kepura-puraan Raga. Dari dulu, Raga sudah menaruh hati pada sahabat adiknya itu. Tapi, Raga tidak suka kalau Densha berbuat jahat. Emosi yang menyelimuti membuat ia tega mengurung Densha di apartemen miliknya. Densha sudah di DO dari sekolah, dan mama papanya sudah tak pernah mengurusi sejak setahun lalu. Masa depan gadis itu seakan tak tersisa lagi. Apalagi dengan kebodohannya membully Veve, gadis itu makin di benci dengan teman-teman

