BAB 17 Kantor Yang Tak Hanya Kerja

1671 Words

Kantor itu tidak pernah benar-benar sunyi. Ada suara ketikan, dering telepon, deru printer, dan bisikan kecil antar rekan kerja yang saling menyusup di antara tumpukan laporan. Di balik wajah serius dan target yang menekan, selalu ada celah untuk tawa ringan, tatapan diam-diam, atau seloroh spontan yang mencairkan suasana. Itulah yang membuat tempat ini terasa lebih hidup—kantor yang tak hanya kerja, tapi juga menyimpan cerita-cerita kecil di antara kursi, meja, dan layar komputer yang tak pernah padam. Siang itu, selepas semua karyawan selesai makan bubur ayam traktiran Pak Yuda, ruang rapat kembali penuh. Kursi-kursi bergeser, laptop dibuka, dan wajah-wajah yang tadi santai kini berubah serius. Pak Yuda menyalakan proyektor, matanya menyapu seluruh ruangan dengan wibawa seorang pemimpin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD