"Perempuan itu?" tanya Omar sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam. Iya, perempuan yang kamu temui saat melamarku kemaren, Kiki." Aku menutup pintu, menguncinya. Omar mengangguk paham atas jawabanku. "Hei, Hana." Kiki sudah berdiri di depanku, berkacak pinggang, menatap sebal. "Ah, aku pulang." Aku tersenyum tipis pada Kiki, mengambil koperku yang ada di tangan Omar. "Bukan itu maksudku, kenapa kamu tidak mengabariku dulu? Dan kenapa kamu ke sini bersama Omar!? Jangan bilang kalian akan berduaan malam ini di sini!? Aku tau kalian sudah lamaran, tapi kalian masih tidak sah! Kalian belum menikah!" Kiki melotot menatapku, marah. "Hei! Bukan begitu! Aku ke sini hanya untuk meletakkan koper, setelah ini aku akan langsung ke makan tante Ratih

