Di luar terdengar berisik, Kiki menebak bahwa keluarga Omar sudah datang. Nadia langsung menyodorkan diri untuk melihat situasi di luar. Kini tinggal aku berdua dengan Kiki di kamar. Kiki hanya sibuk memainkan jari-jarinya, nampak tidak peduli dengan penampilan baruku. "Rombongannya memang sudah datang! Kata tante kamu tunggu saja di sini Hana, sampai nanti dipanggil!" Nadia berseru senang, dengan cepat dia kembali ke kamar. Baru beberapa detik setelah Nadia masuk dan kini sedang membereskan barang make-up dibantu Kiki, mama Dodi mengetok pelan pintu, berjalan mendekat ke arah kami. "Salah satu dari kalian bantu tante dong, buat jadi perantara kedua keluarga. Ada yang mau membantu?" Mama Dodi tersenyum tipis ke arahku, mengacungkan jempol pertanda semua baik-baik saja. Aku melirik Kik

