Damai

1309 Words

Aku menghela nafas, aku tak punya pilihan lain selain menggenakan gaun ini. Tak aku sangka, gaun ini sangat pas di badanku, aku menarik rambut panjangku, mengeluarkannya dari dalam gaun. Aku menatap lama diriku di depan kaca lemari. Aku bahkan tidak menyedari bahwa perempuan cantik yang ada di depanku ini adalah diriku. Apa selama ini aku tidak pernah memperhatikan diri sama sekali? Aku memutar tubuh, duduk di atas kasur. "Keluarga Omar itu, adalah keluarga yang taat dengan agama ya? Untukku sendiri agama hanya sekedar identitas di KTP, aku tak pernah benar-benar melakukan perintah Tuhanku." Aku menundukkan kepala, aku aku pantas bersama Omar? "Hana, sudah selesai?" Mama Dodi masuk ke kamar, terkejut melihatku. "Kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang membuatmu kepikiran?" Mama Dodi ikut du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD