Di saat bintang dan bulan mempercantik malam, memberi penerangan pada hari yang gelap itu, di saat dinginnya cuaca di teras rumah menenangkan perasaan yang hangat karena membayangkan hari esok yang ditunggu-tunggu, seorang perempuan yang sudah 9 tahun tidak aku temui, seorang perempuan yang pernah aku benci, seorang perempuan yang sudah pernah aku salah pahami, dia muncul di hadapanku dengan senyuman terbaiknya, menurutku. "Malam Hana! Apa kamu masih mengenalku?" ucap perempuan dengan rambut lurus panjang sebahu itu. Aku hanya diam, kaget melihatnya. "Aku benar-benar tidak menyangka bahwa seorang Hana akan kabur dari rumah, gadis sombong itu ternyata bisa membuat keputusan mainstream itu. Hahaha. Tapi Hana, aku benar-benar berterima kasih padamu, jika kamu tidak menggemparkan semua oran

