perjuangan cinta

986 Words
Gak rela Gilang putus sama Echa Jadi baper kan..!! Happy Reading Guys. ***** Echa dan Gilang pergi ke taman bermain. Mereka bertingkah seperti anak kecil. Mereka begitu menikmati kebersamaan. Hujan turun yang begitu deras. Gilang berlari mencari daun untuk menutupi mereka dari air hujan. Mereka begitu menikmati. Tampak nya hujan yang begitu deras tidak mengurungkan mereka untuk menikmati kebersamaan indah yang saat itu. Gilang menggendong Echa dengan tatapan yang dalam dan penuh arti. Ya kebersamaan mereka di hiasi dengan kisah romantis dan juga penuh dengan kebahagiaan. Keesokan hari nya mereka memutuskan untuk pergi bersenang-senang menggunakan kendaraan umum Namun perjalanan mereka ada sedikit kendala saat kendaraan yang mereka naiki mogok. Mereka memutuskan turun dan berjalan menuju terminal bus untuk menunggu kendaraan yang lain. Hujan deras tanpa henti, membuat mereka harus menunggu. Gilang yang begitu menyayangi Echa, perhatiannya yang luar terhadap Echa. Echa begitu terharu dan nyaman saat berada disamping Gilang. Tiba-tiba Gilang berlutut dan menundukan kepalanya, lalu ia mengikatkan tali sepatu Echa. Menurut nya tali itu akan membuat kekasih nya terjatuh. Setelah beberapa jam menunggu hujan semakin deras, Gilang menggendong Echa dan membawanya ke tempat mereka tuju dibawah rintikan hujan yang begitu deras. *** Kebahagiaan tampak begitu nyata, kebahagiaan yang begitu terasa oleh Gilang dan Echa saat menghabiskan waktunya di pantai. Gilang tidak lupa memotret kebersamaan mereka. Saat itu pantai sepi dan hanya mereka berdua. Mereka begitu menikmati momen-moment kebersamaan mereka berdua, tampak dari wajah Gilang yang begitu menyayangi dan mencintai Echa. "Sayang..!! Aku mau ngomong sama kamu." ungkap Gilang menghadap badannya ke arah Echa dan memegang pipi kekasihnya. "Kamu mau ngomong apa? Ngomong aja." sahut Echa yang tangannya melingkari leher Gilang. "Jujur aku sayang banget sama kamu, aku beneran cinta sama kamu. Aku pengen menghabiskan sisa waktu aku sama kamu. Apapun yang terjadi aku akan tetap sayang sama kamu bahkan sampai detik nafas terakhirku." ungkapan Gilang yang begitu dalam menatap pacarnya itu. "Aku juga sayang sama kamu. Sampai kapan pun aku akan tetap sayang sama kamu." ucap Echa yang begitu lembut. Echa dan Gilang berpelukan. Hari itu mereka menghabiskan waktu bersama. Setelah beberapa jam hujan turun begitu deras, Gilang dan Echa lari-larian di bawah rintikan hujan sambil cekikikan. Gilang sedikit menjauh dari Echa dan membelakangi Echa. Echa merentangkan tangan dan sedang menikmati hujan. "Cha..!! Aku pengen kita putus." air mata Gilang sudah ke pipi dan mata memerah. "Apaan sih sayang. Gak usah bercanda deh." Echa masih melanjutkan menikmati rintikan hujan. "Aku serius..!! Aku pengen kita putus. Hubungan kita cukup sampai disini." ungkap Gilang dengan terbata-bata dan menangis. Echa terkejut dengan ucapan itu lalu ia mendekati Gilang. "Gilang..!! Kamu ngomong apa sih, udah deh gak usah bercanda. Gak lucu." jawab Echa terkejut. "Aku udah bilang sama kamu, aku pengen kita akhiri hubungan ini." ungkap Gilang yang tidak henti nya menangis. "Apa,,?" Echa seketika lemah dan down saat mendengar ucapan itu dari Gilang. "Maksud Kamu apa ngomong kayak gitu, kamu minta putus dari aku,,? Salah aku apa lang kenapa tiba-tiba kamu minta putus dari aku. Selama ini kita gak pernah ada masalah kan. Kita selama ini sudah melewati masalah bareng, apapun masalahnya kita hadapi berdua, terus sekarang kamu minta putus dari aku." jawab Echa marah dan tanpa sengaja mengeluarkan air matanya. "Aku minta maaf..!! Ungkap Gilang singkat. "Perasaan tadi kita baik-baik saja, kenapa tiba-tiba kamu minta putus dari aku,?" Tanya echa sambiL melangkah kan kakinya lebih dekat dari Gilang. " Aku minta maaf, aku ngelakuin ini semua buat kebaikan kita semua, jawab gilang yang memalingkan pandangannya dari Echa. "Mana janji kamu lang, mana? Yang Katanya kamu sayang sama aku, katanya kamu cinta sama aku? Mana buktinya?" Echa menangis begitu histeris sambil mendorong gilang. "Maafin aku, aku ngelakuin ini semuanya buat kita semua." Gilang hanya menangis. Seketika Echa mengingat kenangan manisnya bersama Gilang dan airmata Echa pun terus mengalir di pipinya. "Mulai hari aku bakal jauhin kamu, dan kamu juga jauhi aku. Jangan pernah cari aku lagi, anggap aja kita gak pernah kenal." Gilang pun meninggalkan Echa namun langkah nya berhenti karena Echa seketika berlari dan langsung memeluknya dari belakang. "Jangan tinggalin aku lang." Echa terus-terusan menangis. "Please jangan cari aku lagi." Gilang melepaskan tangan Echa yang lagi memeluknya. " Aku harus masih banyak belajar buat berkorban demi cinta sama kamu, kasih waktu aku untuk berfikir apakah aku masih bisa bahagiain kamu." jelas gilang sambil menangis. "Gilang kamu kenapa sih, kenapa kamu dengan gampangnya bilang buat aku gak nyariin kamu lagi, aku gak kan bisa." Echa begitu nangis histeris dan seketika ia mengingat momen manis nya bersama Gilang. Echa pun terus menangis sambil memeluk Gilang dari belakang. "Please lang jangan tinggalin aku, aku mohon..!! Kenapa kamu bikin aku jatuh cinta sama kamu pada akhirnya kamu ninggalin aku, kenapa kamu datang dikehidupan aku pada akhirnya kamu pergi ninggalin aku, kenapa lang?" Echa menangis dengan sendu dan memeluk gilang. "Aku ngelakuin ini karena aku sayang sama kamu, aku pengen kamu bahagia, meskipun aku tahu kamu bahagia nya bukan sama aku, Aku ikhlas buat ngelepasin kamu." Gilang pun hanya tertunduk dan menangis. "Please jangan tinggalin aku." Echa menggenggam tangan gilang begitu erat. "Aku minta maaf, melepaskan tangan Echa dari tangannya. "Gak,,gak,,!! Kamu gak boleh ninggalin aku lang, gak boleh." Echa nangis tersendu. Namun Gilang tidak memperdulikan itu. Gilang pun langsung meninggalkan echa begitu saja dalam keadaan echa nangis histeris. "Gilaaaangggggg,,,!!" Echa teriak histeris memanggil Gilang dengan kondisi menangis sejadi-jadinya dan membayangkan semua kenangan manis dan momen romantis bersama Gilang. ***** Echa pun pulang sambil menangis begitu sendu, di perjalanan sebuah mobil pun berenti menghampiri Echa yang lagi berjalan pulang. Luna tidak sengaja melihat sahabatnya itu menangis sepanjang jalan lalu ia turun menghampiri echa. Sesampainya Echa pun langsung memeluk luna sambil menangis, luna tampak kaget apa yang terjadi pada sahabatnya itu. "Echa,,!!! loh kenapa,,? Cerita sama gue." ungkap Luna khawatir. "Gue diputusin sama Gilang." ungkap echa menangis tersendu. "Hah serius loh,,? Emang kalian ada masalah apa, kok sampai gilang mutusin loh? Cerita aja sama gue cha.!" Luna pun berusaha mengusap air matanya Echa. "Lun, gue gak mau kehilangan Gilang. Gue sayang banget sama dia." ungkap echa dengan terbata-terbata. "Gue tau lo masih syok, gak papa kok kalo lo gak mau cerita sekarang gue ngerti banget, ntar kalo udah tenang baru loh cerita sama gue ya." Luna mengusap-usap rambut gilang Echa. Luna pun mengantar Echa pulang. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD