Daniel menundukkan kepala meratapi Hans yang terbaring lemah di kamar dengan selang infus menempel di urat tangannya. Setelah kematian Stevi dua hari yang lalu, batin Hans terguncang hebat dan tak menyangka jika ucapan Stevi menjadi kenyataan. Tuhan sudah menghukumnya bersama Theo. Sedih, kehilangan, menangis dan berduka semua menjadi satu yang Hans rasakan. Dan kini ia terbaring karena shock, tubuhnya tumbang setelah beberapa hari tak makan dan minum yang cukup. Tubuh Hans menjadi kurus, matanya yang dulu berbinar menjadi cekung di wajah pucatnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Ia terlihat tua dan menyedihkan. Hans menolak Daniel membawanya ke rumah sakit. Ia hanya mengijinkan Daniel merawatnya di rumah Albert dan tak ingin lagi menjejakkan kaki di apartemen miliknya yang menyimpan

