Vulken berjalan bersama yang lainnya dan mereka sudah hampir sampai ke rumah Weraki. Namun, langkah mereka terhenti kala ada seorang warga desa yang memanggil nama Lori dan Sinba. Wajahnya tidak begitu terlihat dari kejauhan karena memang pencahayaan di desa yang kurang. Jelasnya yang dapat dilihat hanyalah orang tersebut berlari kecil sambil membawa sesuatu setelah memanggil Lori juga Sinba. “Siapa dia, apa kau mengenalnya?” bisik Beatrice bertanya pada Lori. Lori mengangkat kedua bahunya bersamaan. “Tidak tahu, tapi aku seperti tidak asing dengan suaranya. Yang jelas ia adalah warga desa ini,” kata Lori. Semakin mendekat, ternyata yang memanggil adalah seorang laki-laki yang membawa karung berukuran sedang. “Ini untukmu, sesuai janjiku pagi tadi saat di ladang. Ternyata sisa dari jagu

