Masalah

1013 Words
Arkan duduk santai di Rumah Raisa bersama dengan Lukman, canda tawa mereka selalu saja pecah,Lukman selalu humoris tapi dia sangat suka mabuk bila ada masalah dengan pacarnya, "aku disini ini jadi obat nyamuk ya buat kalian berdua" "ya tentu ngak lah bro, jangan begitu lah kalo kamu mau pergi dulu ya sudah sana jalan saja" "emang gak apa-apa kalo kalian aku tingal berdua begini" "ya tentu aman lah aku gak akan berbuat sesuatu yang tidak-tidak, aku kan bukan kamu yang selalu mengedepankan nafsu kamu" "sana dah mas kalo kamu disini gak betah mungkin mau cari cewek di alun-alun sana" Raisa juga mulai memberikan kesempatan untuk Lukman mencari cintanya "emang gak apa-apa aku disini Mi? " "gak apa-apa Pi,Papi takut kalo disini cuma berdua begini? " "ya tentu gak takut lah cuman gak enak saja takut nanti terjadi sesuatu pada kita berdua" benar saja tak lama Lukman pergi Raisa mendapat telfon kalo Erik mau datang ke rumahnya, Erik adalah pacar Raisa yang mengangap mereka belum putus dia ingin memiliki Raisa sampai selamanya meski Raisa sudah tidak menyuakinya, "kamu ada di mana"terdengar Suara Erik yang menyakan posisinya sekarang "aku di rumah kenapa? " "yakin di rumah tidak sedang di luar? " "sangat yakin,kenapa emang? " "kalo di rumah kamu gak ada orang aku akan kesana" "ada banyak orang, ini Ada Papa aku juga, kalo kamu sudah berani menemui Papa aku datang saja" "wah kamu nantang ok aku akan datang sekarang" lalu Erik mematikan telfonya, "kamu yakin Erik gak akan datang kesini? " "gak akan berani Pi tenang saja aku jamin" "ok aku percaya,kalo pun sampai ada masalah pasti aku hadapi dengan kemampuan aku" benar saja Erik tidak berani datang ke tempat Raisa,memang betul Orang tua Raisa tidaklah sangat suka dengan Erik yang secara kepribadian tidaklah baik untuk Raisa yang cantik itu, selama Arkan berada di rumah Raisa mereka hanya mengobrol saja tidak ada kegiatan lain yang mengarah ke pacaran modern yang mana ciuman itu sudah biasa tapi Arkan sangat menjaga itu dia tidak ingin merusak Raisa yang sangat dia sayangi, *** keesokan paginya tepat di waktu sekolah Arkan tidaklah banyak bicara dan kalo di sekolah juga Arkan tidak pernah bertemu dengan Raisa akan tetapi Erik mulai curiga dia memangil Arkan, "aku mau bicara serius sama kamu" sorot mata Erik sudah seperti banteng yang baru saja di cocok hidungnya "iya ada apa, silhkan saja langsung bicara pada intinya" Arkan seakan tidak begitu peduli dengan ancaman Erik, "kamu tan tau Raisa itu pacar saya,tidak boleh satu orangpun menggangu dan kamu itu teman saya masak kamu mau ambil Raisa dari saya" Erik menjelaskan dengan sangat dingin "iya santai saja,saya tau Raisa itu pacar kamu,aku sangat tau,dan kamu juga mengagap saya temen kamu, pasti aku tidak akan pernah dekat kembali dengan Raisa" mulai sejak hari itu Arkan tidaklah mudah mendekati Raisa sesuai dengan yang dia ucapkan kepada Erik, meski Arya tau kalau Erik sudah tidak ada hubungan lagi dengan Raisa, sampai Arkan berusaha untuk melupakan Raisa dia sengaja mengucapkan cinta pada Anak kelas sepuluh yang satu tingkat di bawahnya, dia melakukan itu hanya untuk melupakan Raisa, dia pun jadian sama anak kelas sepuluh itu yang bernama Ilmi, di saat hari-hari bersama Ilmi,Arkan pun seperti biasa saja karna dia tidak ingin menyakiti Ilmi memegang tanganya pun dia tidak lakukan,Arkan benar-benar menjaga semua wanita yang di dekatinya,bukan hanya itu dia sangat menjaga hati Raisa sampai kapanpun hanya Raisa yang berada dalam hatinya, demi menjaga Raisa tetap aman dan tidak menyakitinya dia rela meski harus sakit hati saat melihat Raisa yang sedang bersama orang lain, *** Arkan pulang dari sekolah sampai ke rumah sekitar jam 15:00 dia langsung istirhat dan di saat dia terlelap tudur tiba-tiba ada telfon belum juga sadar betul suara di telfon itu marah-marah seperti harimau yang sedang di sakiti,"awas ya kamu besok tak bunuh kamu" orang asing yang entah itu siapa langsung membentak Arkan, "loh kamu siapa kok tiba-tiba langsung mau membunuh saya" "kamu tak perlu tau siapa saya habis pokoknya kamu besok" "heh saya dari tadi sudah cukup sabar sama kamu, kalo kamu emang berani ok besok saya tunggu" Arkan pun murka karna orang asing yang sok gagah bicara itu, tiba pun ke esokan harinya Arkan pun langsung meminta para temen-temannya ikut bersamanya nanti karna Arkan di tantang orang dan orang itu juga bilang kalo akan membawa banyak sekali temanya,"mas Mulyadi nanti ikut saya juga sama mas Fahril, karna ada orang yang akan mencegat saya" "ok tenang saja kami Teman-teman kamu selalu siap untuk membantu" "siap terimakasih,tapi bagai mana dengan pacar aku, dia pasti pulang bareng aku ntar gimana kan kasian dia" "tenang saja kamu jalan sama dia,kami semua di belakang kamu ok" "ok siap kalo begitu" sesuai dengan rencana sepulang sekolah Arkan berjalan bersama Ilmi dan para Teman-temanya pas di belakangnya hinga sampai di terminal tidak ada satu orangpun yang menghentikan perjalanan Arkan, ternyata orang itu cuma bicara doang yang besar tindakan ya gak ada,"mana musuh kamu kok gak ada Arkan masak kita sampe ke terminal ini gak ada, pengecut mereka berarti" "iya mungkin cuma bicara doang besar" Arkan tergolong baik pada semua orang Teman-teman beda sekolah pun banyak yang jurusan arah pulangnya sama, mereka sedikit terkejut kalo Arkan ada yang mau memukulnya, "lah siapa cari masalah sama kamu bro, ayo kita semua siap ini" fadil dari salah satu sekolah di kota S juga ikutan marah, " wah santai saja bro, musuh hanya bicara saja sampe tak tunggu dari tadi gak ada ini," "oh ya sudah lain kali kalo ada lagi yang mengagngu kamu,pasti kita kasi ijazah itu orang agar lulus lebih cepat dari biasanya" "siap kawan terimaksih banyak ya" "sudah lah bro jangan sungkan, anggap kita ini saudara jadi sakit satu sakit semua, " karna sudah lama juga di termilah semua Teman-teman memutuskan naik mobil biasa dari pada naik mobil pribadi tapi lama" Arkan langsung saja pulang dan terasa lelah dia juga mulai mabuk saat perjalan, selain dia banyak masalah, ada Adit juga yang semakin memanasi Arkan dengan cara bilang kalo Raisa sedang berjalan dengan orang asing dan di gandengnya pula, buat Arkan itu tidak masalah dia sangat percaya Raisa hati dia juga pasti hanya untuk aku saja, mana mungkin dia sampe berlebihan dengan orang lain,biar saja toh kalo dia memang jodoh aku pasti kami akan bersatu entah sebentar lagi atau sampe usia Arkan semakin tua, Akan tetapi Arkan sangat merindukan Raisa yang cantik dan anggun itu, Arkan tidak pernah bicara dengan Anak-anak yang selalu bergosip tentang Raisa itu,
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD