Ke esokan paginya seperti biasa Arkan pergi ke sekolah menunggu angkutan umum di jalan utama bersama para Teman-temanya yang beda sekolah tapi mereka sangat akrab satu sama lainya, memakai angkutan umum adalah hal yang paling menyenagkan, wajah Arkan tidaklah buruk mungkin di atas rata-rata saja jadi untuk menaklukan wanita dia sangatlah gampang cuman karna dia yang tidak berani berbuat lebih dia hanya dian saja tidak pernah merayu perempuan terlebih dahulu, dan di hatinya hanya Raisa untuk membuka hati ke orang lain itu tidaklah bisa dan tidak benar juga, "gimana kegiatan sekolahnya apakah ada masalah? " Erik menyakan itu pada Arkan karna Erik lebik tua satu taun di atasnya "alhamdulillah enggak ada mas" Arkan menjelaskan pada Erik "ya bagus kalo begitu,oia nanti pulangnya bareng saja biar tidak terlalu capek kan ke atasnya bisa naik motor boncengan"
"iya mas kalo begitu nanti tak tunggu di terminal ya"
"ok siap nanti tak kabari kalo sudah menuju terminal"
Seperti biasa tiap hari turun dari angkutan umum Arkan berlari untuk menuju sekolah karna takut akan telat,hari ini dia sangat beruntung karna tidak sampai telat tiba di sekolah dengan tepat waktu, setibanya di sekolah seperti biasa mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran dengan sangat fokus,
"hari ini akan ada kegiatan pramuka di sekolah apakah kamu akan ikut? " adit menyakan hal itu pada Arkan
"ya tentu aku akan ikut lah dit, emang kenapa dit? "
"ya gak apa-apa cuman tanya aja?"
"oia kamu sama pacar kamu itu gimana kabarnya apakah masih berjalan dengan lancar? "
"iya masih berjalan kenapa dit? "
"ya aneh saja, saya liat pacar kamu itu kemaren sedang jalan sama cowok lain ke suatu tempat wisata di kota ini"
"saya lebih percaya pacar saya dari pada kamu, jadi mungkin kamu itu salah orang"
"ya sudah kalo gak percaya bro saya kan cuma menyampaikan saja"
"sudahlah ayo kita ke kantin saja menikmati suasana disana"
"ok ayo, kita ajak lukman, sarif dan yang lainya biar rame"
"ok boleh ayo langsung pangil mereka"
"hari ini begitu panas gimana kalo kita beli es dulu"
"ok ayo kalo begitu"
"pulang dari acara pramuka ini akan sangat sore kamu tidak mau bermalam di sini saja? "
"iya mungkin aku akan bermalam di rumah Lukman saja"
"ya boleh nanti pulangnya aku jemput kalo sudah selesai pramuka kamu kabari saja"
"ok siap kalo begitu"
jam pulang sekolah sebentar lagi sudah berbunyi Arkan sudah siap-siap untuk istirhat sebelum nanti lanjut dengan kegiatan pramuka, seperti bisa karna sebelum kegitan di mulai masih ada waktu istirahat sekitar jam satu siang baru kegitan itu di mulai, sebelum di mulai seperti biasa Raisa mengajak Arkan untuk pulang ke rumah sahabatnya itu disana Arkan istirahat sambil lalu ngobrol-ngobrol ringan dengan Raisa maupun Eka dan sahabat lainya,
Acara sebentar lagi sudah mau di mulai Arkan bersiap-siap untuk kembali ke sekolah, tapi Raisa meminta untuk mandi dulu agar kelihatan segar sebelum melakukan kegiatan pramuka
"mandi dulu sebelum kembali ke sekolah"
"iya ini mau mandi dulu"
"setelah itu tak antar kesana,oia ntar pulangnya gimana? "
"pulang ke rumah Lukman sepertinya"
"oh ya sudah nanti kalo sudah pulang tak antar saja kesana"
"ok siap"
Arkan masih kelihatan cangung dengan Raisa padahal mereka sudah menjalin hubungan begitu lama tapi masih saja seperti orang yang baru saja kenal,sore hari sudah saatnya pulang Arkan benar-benar di jemput oleh Raisa dan tanpa cangung lagi Arkan langsung mengajak Raisa untuk jalan sebentar,dia mengajak Raisa untuk makan, dan di tempat makan Arkan menunjukan sosoknya yang juga romantis,
"sayang mau makan apa? "
"terserah mau makan apa aja asal sama kamu" ucapan Raisa membuat Arkan melayang sebentar tapi dia masih sadar dengan apa yang sedang bersamanya,
"ya sudah kalo begitu pesen ayam goreng aja ya"
"iya boleh"
di saat makan Arkan menyempatkan diri untuk menyuapi Raisa,Raisa pun tidak menolaknya,
"ternyata pacar aku ini romantis juga ya"
"iya lah sayang kan itu harus"
"mulai sekarang jangan pangil sayang gimana kalo Papi dan Mami saja? "
"iya boleh kalo begitu"
mereka lanjut dengan makanya tidak peduli lagi dengan orang yang berada di samping yang penting mereka berdua sangat nyaman dan tetep romantis itu saja,
"Mi habis ini kita mau pulang atau lanjut jalan? "
"pulang aja dulu Pi ntar malam kita baru jalan lagi gimana? "
"ya sudah atur aja Mi kalo bisa nanti datang saja ke rumah Lukman itu"
Arkan lanjut pulang di antar oleh Raisa ke rumah sahabatnya Lukman, sampai di Rumah Lukman Raisa langsung pamit pulang karna sudah mau mangrib juga kalo terlalu lama di luar takut kena omel juga sama Papanya,
"loh kok gak bilang bro kalo sudah selesai pramuka kan bisa aku jemput"
"gak apa-apa ini sudah di sini juga"
"kamu pulang sama siapa? "
"sama temen lah masak jalan kaki dari sekolah sampai kesini kan capek juga kalo jalan kaki"
"ya sudah mandi dulu sana habis mangib ntar kita keluar cari angin lah masak di tumah terus, atau kita ke rumah Raisa saja gimana? "
"ok kalo begitu ke rumah Raisa saja dari pada gak jelas mau kemana kan mending kesana saja"
selesai mandi dan ganti baju Arkan langsung melanjutkan sholat, setelah itu bersiap-siap untuk pergi ke rumah Raisa, "kira-kira Raisa ada di rumahnya ini Luk kalo gak bilang terlebih dahulu"
"tenang saja pasti dia ada di rumahnya emang mau kemana dia kan kamu ada di sini"
"ya sudah kalo kamu yakin Raisa sedang di rumahnya kita berangkat saja sekarang"
sekitar 10 menit Arkan dan sahabatnya sudah sampai di rumah Raisa, saat sampai tidak terlihat satupun orang di rumah itu, Arkan dan Lukman langsung saja megetuk pintu dan mengucapkan salam, sekitar satu menit Raisa datang membukakan pintu, "loh kok kesini Pi katanya mau keluar" Raisa bertanya karna kaget tanpa janjian terlebih dahulu tiba-tiba Arkan datang ke rumahnya, "ini Mi,Lukman ngajak kesini"
"oh ya sudah duduk aja,berarti kita gak usah keluar di rumah saja"
"iya Mi lebih aman di rumah saja kalo keluar kan gak enak juga sama Papa dan Mama" tak lama kedua orang tua Raisa datang menemui anak-anak yang sedang di luar, "oh ada mas Arkan dan Mas Lukman rupanya"
"iya tante" jawab lukman
"ya sudah kalian ngobrol saja disini tante sama omnya mau keluar dulu"
"Arkan titip adegnya ya om mau keluar dulu ini ada acara"
"siap Pa, Arkan baru akan pergi kalo Papa sudah datang"
Arkan sudah mulai berani berhadapan langsung dengan Papa Raisa,meski belum kenal jauh tapi mereka sudah sangat dekat dan tidak lagi cangung dalam berbicara pas berhadapan,