Arkan masih saja mendekati Raisa meski dia tau kalo Raisa sedang memiliki pacar yang sangat arogan dan keras dia tidak peduli sekali pada ancaman dirinya yang mungkin akan berkibat fatal terhadap dirinya itu, tapi ada respon positif juga dari Raisa dimana Raisa selalu mengiginkan Arkhan berda di dekatnya,sampai-samapi mau mandipun Raisa mengajaknya untuk mencari tempat mandi bersama, mencari makan dan sampai menjaga para peserta pramuka juga selalu bersamanya, hingga keesokan harinya orangtua Raisa datang Papa dan Mamanya beserta adiknya sedang mendatanginya sambil lalu membawa makan, Raisa pun sangat berani mengenalkan Arkan pada kedua orangtuanya meski Arkan bukan siapa-siap terhadapnya, perlakuan itu membuat Arkan sangat ingin mengenal lebih jauh dari diri Raisa,
"sudah lama kenal dengan Raisa nak" Papa raisa menanykan sesuatu pada Arkan
"gak begitu lama om ini baru akrab pas ada acara ini, meski satu sekolah saya belum mengenalnya" Arkan menjawab dengan sangat gugup dia sangat takut kalo dia salah salam bicara sehingga melarang anaknya berteman denganya nanti,
"oh ya sudah gak apa-apa,kalo bisa kamu jaga adenya itu om sangat percaya sama kamu"
"enggeh om insaAllah akan saya jaga"
Arkan sudah mendapatkan respon yang sangat positif dari Papa si Raisa, karna Arkan terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dia sangat minder untuk mendekati Raisa sepenuhnya dia sangat takut kalo nanti dia sangat membencinya,
Acara sudah selesai sudah waktunya untuk pulang, "Raisa mas pulang dulu ya,hati-hati kamu di rumah karna mas sudah tidak bisa menjaga kamu,karna jarak kita lumayan jauh"
"iya mas tenang saja, mas juga hati-hati di jalan, aku gak ingin kehilangan kamu"
"wih kamu ini Seolah-olah aku pacar kamu, jangan begitu nanti ada yang salah paham tentang kita"
"aku emang suka sama mas jadi kenapa kalo pas kita pacaran beneran?"
"iya gak apa-apa kalo memang itu terjadi"
tak lama Raisa sudah pulang dan Arkan mengarah ke terminal untul pulang,karna hari besok itu minggu Arkan melakukan istirhat total untuk memulihkan tenaga buat berangkat sekolah besok paginya ke kota, meski Arkan terlahir di desa dan juga dari keluarga yang sangat sederhana dia juga sangat di perhitungkan oleh banyak wanita di sekolahnya, tapi Arkan tidak bisa bertindak jauh karna dia malu akan keadanya takut sekali kalo dihina oleh seorang wanita, selain angota paramuka Arkan juga adalah seorang anggota osis yang sangat exis di sekolah,
***
hari senin tiba Arkan seperti biasa berangkat sangat pagi dari rumahnya karna dia orang yang sangat sederhana hampir tiap hari dia berangkat jalan kaki menuju jalan utama dimana tempat untuk menunggu angkutan yang menuju ke kota, tidak ada yang namanya motor dia sekolah saja sudah sangat beruntung, ada untungya juga dia sangat di dukung oleh kedua orangtuanya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, tiba di sekolah dia di minta untuk berkumpul karna akan ada kegiatan yang bersangkutan dengan organisasi sekolah itu, di mana Raisa juga ada di dalam organisasi itu juga,tapi selagi di sekolah Arkan sangat mengidar dari Raisa karna dia mempunyai pacar yang satu sekolah denganya
di suatu kesempatan Raisa selalu datang menghampiri Arkan tapi Arkan selalu bersikap biasa saja karna ada pasangan Raisa yang selalu berada di dekatnya, hingga suatu ketika Arkan mendapatkan cinta dari seorang wanita yang satu tingakat di atasnya, karna dia ingin melupakan Raisa sejenak dia pun melakukan pacaran dengan wanita itu awalnya sih biasa saja sampai ahirnya dia benar sedikit menjauh dari Raisa tapi dengan pacarnya itu Arkan tidak terlalu lama karna banyak masalah yang datang di saat Arkan bersama denganya, Raisa makin hari makin menunjukan hati kalo dia memang mentukai Arkan, dia pun sudah menyatakan perasaanya pada Raisa hingga mereka naik ke kelas Dua ia mulai merenggang dengan Raisa,awal di kelas Dua Arkan begitu fokus untuk belajar dan ingin menunjukan kualitas yang lebih baik pada guru-gurunya dan dia juga menjadi ketua kelas sehingga dia sangag sibuk dengan Organisasi maupun sebagai seorang Ketua kelas dia ingin selalu memberikan yang terbaik selain itu Arkan masih fokus di Pramuka yang di sekolah maupun yang di luar sekolah seperti Paramuka kabupaten di kota S di pertengan semester dia kembali dengan Raisa, di saat liburan Arya dan Teman-temannya pergi liburan ke sesuatu tempat wisata yang di bilang cukup sepi dan memakan waktu lama dalam perjalanan, sepanjang perjalanan dia hanya berani memegang tangan Raisa itu adalah hal yang paling mesra yang dia lakukan pada Raisa, sekitar Satu jam perjalanan Mereka sampai di tempat wisata, "wah ini sangat bagus dan airnya jernih bikin aku betah berada di sini" Raisa mulai memuji tempat itu
" betul sekali Raisa ini tempat emang cocok buat kita yang datang bersama pasangan begini" Adit juga mulai memuji tempat itu, begitu pula dengam Eka yang ikut bersamanya juga memuji selain Adit dan pasanganya dan Eka ada juga Lukman yang ikut bersamanya "kalian ini terlalu berlebihan menurut aku ini biasa saja kok,jangan bicara terus ayo mandi saja" Mereka pun mandi di detik berikutnya Raisa,Adit,dan Eka mandi di bawah yang bentuknya seperti kolam,di saat itu munculah keisengan para sahabat Arkan,terutama Adit "aku pengen tau yang pacaran ini berani tidak cium pacarnya dan memeluknya di depan kita" adit bergumam "wah kamu mulai tidak baik ini dit masak iya aku harus mencium dan memeluk Raisa di depan kalian begini" Arkan sedikit mengekrutkan kening " ya kalo gak berani anggap aja kalian itu bukan pacaran tapi hanya sebagai teman saja" Adit dan sahabat yang lain tertawa sampai ahirnya Raisa pun memberikan jawaban "gak apa-apa mas lakukan saja toh cuman itu kan" Raisa sambil senyum mengatakan itu,
"bukan aku gak berani cuman aku itu ingin menjaga kamu sesuai apa yang aku katakan pada Papa kamu saat aku mengobrol denganya"
karna selalu ada tekanan Arkan pun memberanikan diri untuk memeluk Raisa tak lama selesai mandi mereka lanjut pulang, tapi sebelum itu makan terlebih dahulu karna sudah sangat lelah dan lapar, ini pangalaman pertama Arkan memeluk pacaranya itu, Raisa seperti biasa saja tapi buat Arkan itu sudah sangat lebih dari batas, Arkan sangat menjaga kehormatan dan kesucian dari Raisa itu,mungkin orang kain kalo pacaran sudah ciuman bibir itu biasa tapi buat Arkan yang datang dari pojok Desa itu sangat awam dan itu pula berlabihan tidak bagus untuk melakukanya, dia mendapatkan Raisa saja sudah sangat beruntung karna keinginan pertama bertemu denganya dia akan menjaga Cinta yang sangat suci ini meski tidak tau akan perjlanan ahirnya bagai mana tujuan utama Arkan menjaga Hati pasanganya itu, kelak akan sangat baik bila benar-benar di jaga perasaan ini, bila tiba waktunya pasti akan melakukanya juga, sekarang hanya harus selalu menjaga.