Bara melepaskan pagutan bibir mereka ketika merasakan pasokan oksigen yang sudah mulai berkurang pada paru mereka, Bara melihat bibir Arni yang terlihat bulat dan kecil kini semakin memerah dan mengkilap karena ulahnya membuat Bara menarik sudut bibirnya merasa puas, setelah itu kembali mengulurkan tangannya dan menarik dagu Arni untuk kembali menempelkan bibir mereka, merasakan bagaimana nikmatnya setiap bibir mereka saling bersentuhan satu sama lain dan saling menyecap, Bara kemudian menyeruakkan lidahnya di antara celah bibir Arni, masuk lebih dalam ke dalam rongga mulutnya yang langsung memberikannya kehangatan, Bara kemudian menekan tengkuk mereka untuk memperdalam ciumannya saling membelit satu sama lain membuat Arni melepaskan satu desahan nikmat dari mulutnya, namun baru saja Bara

