Gelak tawa Arni dan Bara terhenti ketika pintu ruang kerja Bara terbuka lebar dan menampilkan Reno yang dengan penuh Wibawa dan juga keramahannya berjalan mendekat kearah mereka "apa Om mengganggu kalian?" Tanya Reno membuat Bara berdehem sejenak sambil meletakkan kembali alat makanya sedangkan Arni sudah pasti dia memasang wajah tidak sukanya sambil membuang arah pandangannya ke arah lain "kenapa dia harus muncul di saat yang tidak tepat" batin Arni mulai menggerutu dalam hatinya “tidak kami hanya sedang makan siang" jawab Bara yang tentu saja sudah bisa Arni tebak Bara tidak mungkin mengusir pamannya sendiri ketika datang ke ruang kerjanya, Reno pun duduk di seberang Arni dan menatap ke arahnya sejenak "Om tidak sengaja mendengar obrolan kalian tentang toko kue mendiang ibumu Bag

